Mengenal Pecandu Narkoba

Posted on August 16, 2009

0


Junkie di dunia barat dapat juga diartikan dengan sampah masyarakat. Kenapa harus disebut dengan sampah masyarakat?. Junkie sebenarnya tidak ada bedanya dengan orang normal namun pecandu atau addict atau junkie adalah seseorang yang terdapat permasalahan dengan sesuatu barang atau ketergantungan. Ketergantungan tersebut biasanya dalam dirinya (fisik, mental, emosional ataupun spiritual) dipengaruhi dengan obat-obatan (identiknya) walaupun ada yang addict dengan sex, minuman keras, cokelat, judi, game. Dalam diri pecandu, obat-obatan yang dikonsumsinya sudah menjadi sebagai kebutuhan. Dalam pikiran pecandu yang selalu dipikirkan adalah bagaimana mendapatkan drugs untuk menghilangkan rasa sakit akibat gejala putus obat (sakaw). Tindakan yang dilakukan dan efek penggunaan drugs dapat mengganggu orang lain. Coba kita lihat sekarang harga sabu 1poket pahe (paket hemat) untuk 2x pemkaian adalah 150 ribu. Seorang pecandu/addict dalam sehari bisa sampai 4x pemakaian, berarrti dalam sebulan menghabiskan dana 9 juta. Disini pasti ada masalah dengan uang karena rata-rata usia pecandu adalah 15-35 tahun, walaupun dalam usia produktif namun belum matang dalam menghasilkan uang.
Drugs menciptakan pikiran dipenuhi dengan khayalan-khayalan yang dia pikir akan terwujud dengan tidak mengerjakan apa-apa untuk mencapai yang dia inginkan. Drugs juga menjadikan cara berpikir seseorang menjadi instan, tidak peduli dengan orang sekitarnya karena yang penting dia bisa make’. Pecandu selalu menginginkan apa yang diinginkan dan selalu harus di penuhi jika tidak dia akan marah. Tidak ada istilah sembuh dalam seorang pecandu namun yang ada adalah pulih.
Untuk menjadi pecandu ada beberapa tingkatan dan tingkatan pertama yitu user atau pemakai / pengguna. Ketika pertama kali make’ drugs, seseorang udah disebut User. Penggunaan user hanya untuk senang-senang dan ketika tidak make’ drugs juga tidak ada masalah. Tahap yang kedua yaitu Abuser / penyalaguna , seperti contoh disini awalnya ia hanya merokok 1 batang dalam sehari dan sekarang dalam tahap abuser bisa 1 – 2 bungkus dalam sehari, disini ia sudah ketergantungan akan tetapi masih fun dalam penggunaannya dan belum ada masalah yang nampak dengan dirinya tahap puncak yaitu Addict / ketergantungan, ditandai dengan pemakaian bermasalah, menggunakan sangat rutin hingga setiap hari. Segala aspek kehidupan rusak. Seolah mereka hidup untuk pakaw dan pakaw untuk hidup. tahap ini sudah ada masalah mulai badan kurus dan tidak ada uang sehingga ia mulai melakukan kriminalitas
Untuk mengetahui dalam kondisi addict dan mengetahui permasalahan yang diakibatkan drugs yaitu dengan beberapa cara, pertama dengan cut down, mengetahui jumlah. Disini si pecandu sudah merasakan dirinya perlu mengurangi atau mengontrol pemakaian narkoba. Mulai merasakan bahwa masalahnya ada kaitannya dengan drugs yang dipakainya. Cara kedua yaitu annoyed atau jengkel. Pecandu akan merasa jengkel kalau pemakaian drugsnya disinggung oleh orang lain. Cara ketiga dengan Guilt feeling atau bersalah, pecandu merasa bersalah mengenai pemakaian narkoba, dan disini rasa senang mulai berkurang. Dan yang terakhir yaitu Eye opener atau buka mata karena pecandu menjadikan drugs sebagai pilihan utamanya di pagi hari setelah bangun tidur.
Intinya yaitu semua ketergantungan itu tidak baik dan drugs itu diciptakan untuk dunia medis makanya harus digunakan sesuai petunjuk dokter. Untuk pecandu yang ingin berhenti harus ada niat dulu dalam diri pecandu yang didukung lingkungan sekitar, baru itu menentukan beberapa program untuk pemulihan si pecandu seperti program cold turkey ataupun metode detok.

Posted in: Berita Terkini