Bagaiman Seorang Pecandu Pulih

Posted on August 16, 2009

0


Kalau kita melihat lagi sekilas tentang kehidupan dalam dunia seorang pecandu, seperti yang telah kita bahas dalam artikel sebelumnya, dan melihatnya kembali dalam kehidupan nyata tentang kehidupan seorang pecandu. Seringkali kita jadi pesimis lalu mengatakan “rasanya tidak mungkin seorang pecandu dapat pulih!” Ya, Anda berhak untuk berpikir begitu. Anda telah melakukan segala yang anda bisa. Bukan baru sekali ini saja anda membawa si`pecandu untuk berobat kedokter, memasukkannya ke tempat-tempat detoksifikasi, atau bahkan ke tempat-tempat alternatif sekalipun. Namun kenyataannya, upaya anda tak membawa hasil. Tidak satupun usaha Anda membuat si pecandu tersebut berpikir dan berhenti menggunakan Narkoba.

Namun tetap ada satu bagian dalam diri anda yang tidak dapat anda bohongi. Satu bagian dalam diri anda yang ingin melihat si pecandu untuk dapat kembali hidup `normal`. Sekolah, bekerja, dan kembali menjadi seseorang yang bertanggung jawab. Si pecandu sendiri sebetulnya juga ingin dapat hidup bersih dan waras. Hal ini membuat kita bertanya. Kalau memang si pecandu juga mempunyai keinginan untuk hidup bersih dan waras, maka apa yang membuatnya menjadi sulit?

Adiksi adalah penyakit keluarga. Artinya, bukan hanya si pecandunya saja yang harus dipulihkan, melainkan seluruh anggota keluarga. Karena setiap ada pecandu dalam keluarga, maka keluarga tersebut akan menjadi keluarga yang `disfungsional’. Masing-masing anggota keluarga akhirnya tidak lagi dapat menjalankan peran yang semestinya ia ambil dalam keluarga. Lihat bagaimana si pecandu menyerap seluruh tenaga dan perhatian dari keluarga. Segala sesuatunya tertuju pada masalah si pecandu dan bagaimana keluarga harus menyelesaikan masalah tersebut. Tanpa disadari, si pecandu mengambil alih kendali keluarga. Jika si pecandu tenang, maka keluarga akan tenang. Jika si pecandu marah, maka keluarga akan panik. Ini adalah satu hal yang tidak wajar. Semua orang dalam keluarga sudah menjadi sakit. Masing-masing orang dalam keluarga kehilangan identitas pribadinya, dan semuanya tergantung pada si pecandu. Di Amerika penyakit ini lebih dikenal dengan nama penyakit `co-dependency`. Ketergantungan pada orang lain, atau kehilangan jati diri.

“if you`re okay, I`m okay…”
“if you`re not okay, I`m not okay…”

Salah satu hal terbesar yang dapat membuat seorang pecandu bermotivasi untuk berhenti adalah saat si pecandu harus berhadapan dengan dirinya sendiri. Dalam `program` lebih dikenal dengan istilah `junkie tired` atau capek menjadi junkie, atau ‘mentok’. Pada titik tersebut, si pecandu mulai menyadari bahwa dia mempunyai masalah berat dengan dan karena narkoba, dan bahwa narkoba telah menghancurkan kehidupan dan mimpi-mimpinya. Si pecandu mulai menyadari bahwa kini tak ada lagi tempat untuknya berlari, karena semua masalah berada di dalam dirinya. Dia harus berhadapan langsung muka dan muka dengan dirinya sendiri, dan menyadari bahwa dia tidak bisa menyelesaikan masalah ini sendiri. Saat si pecandu terjepit oleh semua permasalahannya, itulah sebetulnya waktu yang paling tepat untuk keluarga mendorong si pecandu ke arah pemulihan dengan memberikan ultimatum. Dan, ultimatum ini harus konsisten.

Kini pertanyaannya menjadi, bagaimana cara keluarga membantu si pecandu sampai pada titik dimana dia harus berhadapan muka dan muka dengan dirinya sendiri? Ini sudah menjadi suatu dilema menarik diperhatikan. Seringkali orang yang berniat membantu pecandu agar dapat pulih, malah menemukan dirinya menjadi `korban` kebohongan pecandu. Wanita mempunyai kecenderungan yang lebih besar dalam hal ini. Kenapa? Sederhana, karena memang secara psikologis wanita lebih menggunakan perasaannya dalam memutuskan sesuatu. Wanita lebih sensitif, dan peka terhadap perasaan. Wanita memiliki lebih jiwa feminin yang sifatnya ingin menjaga, menyayangi dan melindungi seseorang. Jika anda adalah termasuk orang yang perduli terhadap pecandu, anda ingin membantu seorang pecandu, maka anda harus selalu mengingat satu hukum jalanan utama `di jalan` di kalangan pecandu;

“Semua pecandu adalah Pencuri, Pembohong dan Curang,
jangan pernah mempercayai seorang pecandu.”

Jadi bagaimana cara kita membantu seorang pecandu untuk membantu dirinya sendiri? Dalam `program` kita menyebutnya dengan istilah “Cinta Keras” yang merupakan cinta yang bersifat tegas, kebalikan dari cinta lembek. Ini bukan proses yang mudah. Untuk memulai proses ini, pertama kali yang penting untuk kita ingat adalah; kita tidak bisa merubah orang lain. kita hanya bisa membantu orang tersebut membantu dirinya sendiri, dan percaya bahwa Tuhan mempunyai jalan yang berbeda-beda untuk setiap manusia.

Dalam hal ini yang dimaksudkan dengan “cinta keras” adalah; membiarkan si pecandu menghadapi resiko dari perbuatannya. Biarkan dia mengambil tanggung jawab atas semua permasalahan-permasalahan dan kerusakan-kerusakan yang telah dia buat dalam hidupnya. Selama masih ada orang lain yang bisa dimanfaatkan oleh si pecandu untuk menyelesaikan permasalahannya, dia tidak akan sampai pada titik dimana ia harus berhadapan muka dan muka dengan dirinya sendiri. Si pecandu akan selalu berpikir;

• “Ah, masih ada ayah saya…..”
• “Nanti juga Ibu saya bakal ngurus semuanya….”
• “Saya masih bisa pinjam uang dari kakak saya….”
• Dan seterusnya, tak akan habis… dan kecanduannya pun akan terus berjalan makin parah.

Membantu pecandu menuntut Anda untuk bersikap tegas terhadap si pecandu. Artinya, Anda harus mampu berkata “kalau kamu belum mau pulih, silahkan kamu tinggalkan rumah dan urus dirimu sendiri!” . Sekilas kedengarannya seperti Anda tidak lagi perduli. Tapi ingat, saat itu anda bukanlah sedang berhadapan dengan “si pecandunya”, melainkan anda sedang berhadapan dengan penyakit dalam diri si pecandu, anda berhadapan dengan Adiksi atau kecanduannya yang tak mau berhenti. Di awal pembicaraan saya sudah mengatakan bahwa, proses ini tidak lah mudah, namun inilah cara untuk membantu si pecandu dapat keluar dari adiksinya. Di sisi lain juga anda perlu mengingat bahwa anda dan keluarga anda masih mempunyai kehidupan sendiri. Anda tidak hidup hanya untuk senantiasa menyelesaikan masalah-masalah si pecandu. Jangan biarkan keluarga anda menjadi sakit karena si pecandu.

Kini pertanyaannya menjadi, seberapa besarkah peran keluarga dibutuhkan dalam pemulihan seorang pecandu? Untuk itu kita akan mengupasnya lebih dalam lagi pada artikel yang berikutnya.

Posted in: Berita Terkini